Navbar Bawah

Cari Blog Ini

Jumat, 12 September 2014

sejuta aksara. untukmu, sahabatku

Sahabat lahir dari hati, alami tanpa permisi..
Sahabat kekal abadi dalam sanubari sampai nanti..

Sahabat tak memudar meski janji di atas ingkar..
Sahabat tak gentar walau rintangan silih menghampar..

Sahabat tidak bertopeng meski bopeng..
Juga tidak berpaling menjadi sosok asing..

Sahabat tidak hanya memuji akan prestasi..
Juga bisa mencaci demi kemajuan diri..

Sahabat tidak bersekat jarak ruang dan waktu..
Sahabat tidak mengenal suku, bangsa, maupun agama tertentu..
Sahabat tidak peduli jalan buntu berliku..
Sahabat bersatu bersama bahu membahu..

Seutas senyum saat kita bersedih
Sejumput harapan saat kita jatuh
Sebuah pelita saat kita dalam gelap
Seuntai motivasi saat kita terpuruk

Dengarlah kawan,

Bila debu mampu berbicara,
Dia akan berbisik sejuta tangis
Yang tertaut dalam khayalku
Meski terpancar dari senyumanku

Kan kupanjatkan seribu doa
Agar kau tak merasa sepi
Agar kau tak merasa sendiri
Agar kau kembali berkarya

Ketika aku sanggup menanggalkan segala segan
Kan ku hadirkan sebuah lembaran kosong
Kubiarkan engkau merajut kata
Biar kutemukan kembali asa di setiap karyamu


Tak kuasa air mata keharuan ini mengalir tak terhelakkan,
Sa’at kubaca untaian kata-kata tegar yang kau goreskan,
Letupan semangat yang tetap membara,
Meski terkadang mendung menerpa jiwamu,
Deru ini seakan membentang cakrawala,
Hanyutkan aku akan hening yang terkoyak,
Meski ku hanya bisa mengunjungimu lewat maya,
Kucoba sisipkan untaian do’a,
Di celah rongga jiwaku yang juga mungkin tak perkasa,
Namun dibalik lirih hatiku yang resah,
Ku hanya khawatirkan dirimu,
Yang tak tahu keadaanmu hingga kini sepenuhnya,



Biarlah lantunan ini mengalun,
Menguntai ucap yang mungkin menyentuh,
Tatkala tubuhmu lelah tak dirasa,
Sa’at jiwa terkadang melanglang buana,
Merentang langkah menyisir sepi,
Pada buaian hangat yang membahana,

Kucoba menggapai angan dan impianmu,
Kucoba menghiburmu tuk memadu tawa,
Melebur hatimu menopang gigih tegarmu,
Tuk selalu menyemangati harimu,
Karna senyumku hanyalah untaian do’a untukmu,

 



Ya, Tuhan…
Tetaplah berikan keceriaan untuknya,
Tetaplah beri ketegaran padanya,
Tetaplah kau hadirkan senyum indahnya,
Hingga kami tetap bisa melihatnya,
Menikmati indahnya lukisan pelangi yang KAU hadirkan buatnya,

Tuk sekedar menatap gemerlap indahnya cakrawala dunia bersamanya,

 






Sahabatku..

Andai kita dapat berbagi rasa sakit itu,
Maka berikanlah padaku,
Biarkan aku turut merasakan dan
mengurangi walau hanya sedikit saja penderitaanmu,
Aku tak dapat membayangkan apa yg saat ini kau rasakan di sana ..

Sekedar mendengar beritanya saja,
Sudah demikian menyesakkan dada ..
Maafkan aku yg tak mampu berbuat apa-apa ..
Sungguh aku benar-benar merasa sangat tak berguna ..
Aku rindu canda tawamu seperti biasanya,
Aku rindu dgn semua kebersamaan kita,
Perbolehkanlah aku meneteskan air mata,
Karena saat ini aku tiada dapat menahannya ..

Yaa Allah..
Engkau Maha Kuasa atas segalanya,
Maka perkenankanlah kau penuhi pintaku dalam doa,
Lindungi dan selamatkanlah dia,
Angkat segala sakit dan penderitaannya,
Berilah kesehatannya kembali seperti sedia kala,
Hingga kami dapat kesempatan utk kembali bersama ..






 



Hari-hari tanpa hadirmu serasa hampa dalam jiwa,

Kala Perihmu lunturkan tawa,
Kala rintihmu risaukan bahagia,


Kau bangkitkan gelisahku,
Karena goyahnya ragamu ..

Ketahuilah bahwa itu hanya sementara !!
Karena Tuhan hanya mencoba ..

Kupanjatkan do’a untukmu selalu,
Dalam setiap detak jantungku ..

Semua hanya untukmu,
Dari kawan mungilmu ..
 

 



 













 








by: 

Nikmatul Ilmi Annadliroh  #ngliyep_beach







Tidak ada komentar:

Poskan Komentar